Alaska: A Melting Paradise

Geser ke Bawah untuk Bahasa Indonesia

The sound of melting glaciers saddened me deeply. This is my story when I witnessed what was and is happening in Alaska.

Ironic.

I had prepared several down filled jackets and long-john underwear to enjoy the cold climate of Alaska in what should have been Spring. Well instead, it was hot when I arrived. So there I was caught in the wrong outfit.

It wasn’t as cold as I imagined. Another irony was the Husky dogs, that I saw training for their race, were on hard ground. They used to be able to do it directly on Alaskan ice, but now even the ice for the famous Iditarod race often had to be transported from other regions. Someday, those Huskies might well be racing on top of artificial ice just like the skating-rinks we see in malls!

I visited Alaska as I was curious to see the glaciers after being trained about climate change by the founder of The Climate Reality Project, Al Gore. The melting glacier is one of the major signs that climate change is really happening. It is not a HOAX, but a hard TRUTH.

What I witnessed was very sad. The tour guide aboard my ship showed me the extent of the melting glaciers just in the last 60 years.

On the shrinking glaciers, the Alaskan ice which used to be blue (because it contains no air) is now getting more opaque when it refreezes. Honestly, the melting sound of the ice was heart rending. From the helicopter, I saw how people who used to settle near the glaciers now have to move due the rapidly-melting permafrost. I also saw parts of the sides of the 'U' shaped valley that looked bald because the vegetation could not catch up with the melting of the glacier.

For us who live in the tropical region, the shrinking glaciers may seem DISTANT from our daily lives. Yet the fact is, if we do nothing, those glaciers will keep melting, the sea level will continue to rise, and all of us around the world will be affected.

So what can we do about it? A good cause of contribution to this planet can be done by us from this tropical region, here are some tips:

1. Reduce carbon emission

This means using public transportation, riding your bicycle, running to work, or skateboarding to school.

2. Reduce the use of your AC, set the timer to only when you need the cool air. For other times try using a fan instead.

3. Reduce the usage of electricity. This means turning off the lights when it's unnecessary, totally switching off your computer, television, and any other electronic things when you are not using them (the standby mode in equipment sucks the electricity like a vampire, even when it's not in use).

4. Join the movement to plant trees, it helps to increase the oxygen level in the atmosphere and reduces CO2. Check out a few of our good friends in the movement to help you plant trees:

The Green Initiative Foundation and WWF My Baby Tree.

Cerita Dari Alaska

Suara glacier yang meleleh membuat saya sedih sekaligus prihatin. Inilah cerita saya, ketika menyaksikan sendiri di Alaska.

Ironis. Saya sudah menyiapkan beberapa baju hangat dan long-john untuk menikmati dinginnya Alaska yang seharusnya sudah memasuki musim Semi. Faktanya, setiba di sana saya merasa kepanasan. Alih-alih saya malah saltum.

Memang ternyata tidak sedingin yang dibayangkan. Ironisme lain ditemui saat menontonanjing-anjing Husky yang harus berlatih untuk balapan melintas di atas es. Biasanya, anjing-anjing Husky tersebut bisa langsung berlatih di atas hamparan es. Namun kini, es yang digunakan untuk berlatih, harus didatangkan dari tempat lain. Bukan mustahil, suatu saat nanti, anjing-anjing Husky itu akan berlomba cepat di atas es buatan, layaknya yang terdapat di tempat ski-ring di dalam mall!

Saya mengunjungi Alaska karena didorong rasa ingin tahu setelah belajar tentang ClimateChange dari pendiri The Climate Reality Project, Al Gore. Melelehnya glacier adalah salah satu tanda nyata perubahan iklim. Bukan HOAX, melainkan REALITA.

Apa yang saya lihat ternyata menyedihkan. Pemandu wisata di atas kapal laut yang menemani saya melakukan observasi dan memperlihatkan perbedaan garis batas glacier dalam 60 tahun belakangan.

Bukan hanya luas glacier yang semakin menyusut saja, tapi es di Alaska yang biasanya terlihat biru (karena sama sekali tidak mengandung udara) kini tak sebiru dulu ketika kembali membeku. Honestly, deru suara es yang meleleh membuat saya sangat sedih.

Dari dalam helikopter, saya juga bisa melihat orang-orang yang sejak dulu bermukim di tepi glacier, kini harus pindah agar tetap dalam kondisi aman, karena es meleleh dengan cepat, permafrost. Saya juga menyaksikan satu sisi tebing berbentuk U yang terlihat gundul lantaran tetumbuhan (vegetatif) di sana tak bisa tumbuh secepat melelehnya es.

Bagi kita yang tinggal di negara tropis, penyusutan glacier di Alaska mungkin terkesan JAUH dari kehidupan kita sehari-hari. Faktanya, bila kita tak melakukan sesuatu, glacier di Alaska akan terus meleleh, menyusut luasnya, membuat permukaan air laut akan semakin tinggi dan akan berpengaruh terhadap seluruh penduduk dunia.

Lalu, apa yang bisa kita perbuat? Kita bisa berkontribusi sesuatu yang baik terhadap planet kita walaupun kita berada jauh di negara tropis, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kita perbuat:

  • Kurangi emisi karbon, gunakan angkutan umum, naik sepeda kemanapun, berlari ke kantor, atau berskateboard ke sekolah.

  • Kurangin penggunaan AC, set timer AC mu, jadi penggunaannya hanya jika memerlukan udara sejuk saja.

  • Kurangi penggunaan listrik, matikan lampu jika tidak terlalu dibutuhkan, matikan total komputer, televisi, dan alat elektronik lainnya jika tidak telalu dibutuhkan.

  • Bergabung dengan gerakan menanam pohon, hal ini akan membantu meningkatkan tingkat oksigen dan mengurangi karbon dioksida di udara. Kami berikan referensi untuk kalian yang berminat untuk mengikuti gerakan menanam pohon, berikut ini adalah beberapa teman baik kami yang melakukan gerakan tersebut:

Green Initiative Foundation and WWF My Baby Tree.